Kamis, 25 April 2024 | MasjidRaya.comTentang Kami | Kontak Kami
MasjidRaya.commedia silaturahmi umat
Syiar
Museum Dar Al Madinah

Melacak Jejak Nabi Muhammad

Senin, 15 Mei 2023
Ist.
DI Dar Al Madinah Museum Madinah, kita bisa mempelajari kehidupan Nabi Muhammad SAW. Ya, museum ini memang menampilkan diorama yang menggambarkan kehidupan Rasulullah dalam setiap fasenya.*

MasjidRaya - Museum Dar Al Madinah terletak di kawasan ekonomi dan sains di Kota Madinah, tepatnya di Jalan Safwan bin Malik. Jarak dengan Masjid Nabawi lumayan agak jauh, tapi cukup dekat dengan Bandara Amir Mauhammad Abdul Malik (AMAA) Madinah, cuma sekitar 10 menit saja. Dari Masjid Nabawi, kurang lebih 30 menit perjalanan.

Saat musim haji, museum ini banyak dikunjungi oleh jamaah. Untuk masuk ke museum, pengunjung dikenakan biaya sebesar 25 riyal atau setara Rp 90.000. Saat berada dalam museum, pengunjung yang belum mengetahui sejarah Rasulullah tak perlu khawatir karena ada guide yang mendampingi. Para pengunjung pun dipersilakan memilih bahasa apa yang dipakai oleh guide, apakah bahasa Inggris, Arab, Turki, atau bahkan bahasa Urdu untuk jamaah asal India atau Pakistan.

Di Dar Al Madinah Museum Madinah, kita bisa mempelajari kehidupan Nabi Muhammad SAW. Ya, museum ini memang menampilkan diorama yang menggambarkan kehidupan Rasulullah dalam setiap fasenya. Selain dengan membaca literatur dari berbagai sumber terpercaya, mengkaji sirah Nabawiyah melalui diorama di museum ini sangat menarik lantaran bisa membayangkan setiap etape perjalanan Rasulullah kala itu.

Seperti membaca sebuah dongeng, museum ini menyajikan maket-maket yang berisi gambaran awal Kota Mekah berdiri, hingga Kabah dibangun, sampai Kabah pada zaman Nabi Muhammad SAW beserta berbagai peristiwa sejarah pada masa Nabi Muhammad.

Sebuah diorama juga menggambarkan suasana padang tandus di daerah Mekah dan Madinah juga dapat dilihat. Pengunjung bisa membayangkan perjuangan berat Rasulullah saat hijrah dari Mekah ke Madinah dengan menunggangi onta selama tiga bulan.

Ada pula diorama yang menceritakan bagaimana awal mula Nabi Muhammad membangun Masjid Nabawi tak lama setelah hijrah dari Mekah ke Madinah. Ada juga diorama kondisi Mekah saat pasukan gajah yang dikomandani Abrahah menyerang Kabah hingga Rasulullah hijrah dan wafat di Madinah.

Tidak hanya itu, sebuah diorama juga menggambarkan suasana padang tandus di daerah Mekah dan Madinah juga dapat dilihat. Pengunjung bisa membayangkan perjuangan berat Rasulullah saat hijrah dari Mekah ke Madinah dengan menunggangi onta selama tiga bulan.

Hampir semua barang-barang yang ada di museum ini adalah replika alias tidak asli. Seperti di museum ini terdapat replika dua buah bejana berukuran 3 liter dan 0,7 liter. Bejana berisi air 3 liter ini dulunya dipakai Nabi Muhammad untuk mandi, sementara yang berisi 0,3 liter dipakai Nabi untuk berwudlu. Namun ada juga beberapa benda yang asli misalnya kiswah (kain penutup Kabah) yang berusia lebih dari 40 tahun dan sepasang kunci Kabah asli yang usianya juga sudah mencapai puluhan tahun.

Usai melihat-lihat dan mendapatkan penjelasan tentang barang-barang yang ada di museum tersebut, oleh tour guide kami dipersilakan untuk keluar, dan jika masih ingin mengetahui lebih dalam tentang museum tersebut, ada sebuah buku tebal berbahasa Inggris dan Arab dilengkapi dengan gambar-gambar tentang sejarah Mekah dan Madinah, termasuk jejak-jekak Rasulullah di dua kota tersebut. Buku tersebut dijual dengan harga 40 Riyal. * ati – masjidraya.com


KATA KUNCI:

BAGIKAN
BERI KOMENTAR