Sabtu, 26 November 2022 | MasjidRaya.comTentang Kami | Kontak Kami
Masjid Raya Bandung
Provinsi Jawa Baratmedia silaturahmi umat
Syiar
Masjid Quba

Inilah Masjid Pertama Dibangun Rasulullah

Rabu, 30 Maret 2022
Istimewa
MASJID Quba memiliki sejarah tersendiri dalam perkembangan dan kemajuan agama Islam. Inilah masjid pertama yang dibangun Nabi Muhammad SAW, saat perjalanan hijrah ke Madinah. Masjid ini pula yang menjadi contoh untuk masjid-masjid lainnya yang kemudian didirikan.*

MasjidRaya.com - Masjid Quba memiliki sejarah tersendiri dalam perkembangan dan kemajuan agama Islam. Inilah masjid pertama yang dibangun Nabi Muhammad SAW, saat perjalanan hijrah ke Madinah. Masjid ini pula yang menjadi contoh untuk masjid-masjid lainnya yang kemudian didirikan.

Sebelum memasuki Madinah, Nabi beserta para pengikutnya dari Mekah yang kemudian dikenal dengan sebutan Muhajirin, beristirahat di suatu tempat yang disebut Quba, sekitar 5 km arah tenggara Madinah. Pada hari pertama kedatangan rombongan Nabi, segera bersama dengan umat Islam setempat (kaum Anshar) beliau mendirikan tempat ibadah yang disebut masjid. Tanah yang dipergunakan untuk mendirikan masjid ini milik Bani Hajar, yang menolak pembayaran ganti rugi untuk tanah itu.

Batu pertama diletakkan oleh Nabi sendiri, kemudian berturut-turut diletakkan oleh Abu Bakar, Umar, Utsman dan Ali bin Abi Thalib. Selanjutnya dikerjakan oleh sahabat Muhajirin dan Anshar sampai selesai. Masjid ini –kemudian namanya hanya dikenal sesuai dengan nama kampung tempatnya dibangun, Quba– saat dibangun sangat sederhana, berbentuk segi empat, berdinding batu gurun, bertiang pohon kurma dan beratapkan daun kurma. Tanpa menara dan tanpa perlengkapan lainnya, kecuali mihrab yang terbuat dari bata dan serambi beratapkan daun kurma dicampur tanah liat. Di bagian tengah lapangan, terdapat sumur untuk berwudlu dan membersihkan diri.

Meskipun sangat sederhana, masjid Quba boleh dianggap sebagai contoh bentuk dari pada masjid-masjid yang didirikan umat Islam di kemudian hari. Bangunan yang sangat bersahaja itu sudah memenuhi syarat-syarat yang perlu untuk pendirian masjid, sudah mempunyai suatu ruang yang persegi empat dan berdinding di sekelilingnya, dan mihrab –tempat imam memimpin shalat.

Masjid ini telah beberapa kali mengalami renovasi. Khalifah Umar bin Abdul Aziz adalah orang pertama yang membangun menara masjid ini. Renovasi dan perluasan terus dilakukan terutama pada masa Raja Fahd ibn Abdul Aziz (1986 M), sehingga kini masjid ini memiliki daya tampung hingga 20.000 jamaah.

Masjid Quba berukuran panjang dan lebar masing-masing 40 m, tinggi 6 m dan tinggi menara 15 m. Memiliki 19 pintu, tiga pintu utama dan 16 pintu pendukung. Tiga pintu utama berdaun pintu besar dan ini menjadi tempat masuk para jamaah ke dalam masjid. Dua pintu diperuntukkan untuk masuk para jamaah laki-laki sedangkan satu pintu lainnya sebagai pintu masuk jamaah perempuan.

Masjid Quba kini menjadi masjid yang agung dan megah, dan sangat dibanggakan oleh umat Islam yang mengunjungi tempat ini. Terlebih lagi, pelataran di sekeliling masjid sudah ditata indah dan menyenangkan, dan nikmat untuk dipandang.* abu ainun - masjidraya.com


KATA KUNCI:

BAGIKAN
BERI KOMENTAR