Sabtu, 24 Februari 2024 | MasjidRaya.comTentang Kami | Kontak Kami
MasjidRaya.commedia silaturahmi umat
Syiar
Madinah (2)

Pusat Perjuangan dan Penyebaran Islam

Senin, 21 Agustus 2017

MRB - Salah satu kebesaran sebuah kota adalah banyaknya julukan atau nama yang diberikan untuk menyebut nama kota tersebut. Jika kota Mekah memiliki 11 nama, maka Madinah memiliki 95 nama, antara lain Taibah, Tabah, Qubbat, al-Islam, kota yang penuh cahaya, kota yang bersinar, kota Nabi, Madinatur Rasul, dan tentu saja Madinah al-Munawwarah.

Tetapi nama yang paling terkenal untuk Madinah adalah “Kota Nabi Muhammad SAW”. Sebab, di tempat inilah dibangun Masjid Nabawi, di tempat ini pula Rasulullah dimakamkan, dan kota ini juga menjadi pusat ilmu, pusat kebesaran Islam dan penyebarannya ke segenap pelosok dunia.

Madinah merupakan kota yang sangat istimewa di hati umat Islam. Ia menjadi kota suci kedua setelah Mekah al-Mukarramah. Rasulullah SAW menjadikan kota ini sebagai kota suci (al-Haram). ”Sesungguhnya Nabi Ibrahim telah menjadikan Mekah sebagai tanah haram, aku pun menjadikan Madinah sebagai tanah haram.” (HR Muslim).

Tak hanya itu, Rasulullah juga menegaskan, Masjid Nabawi adalah salah satu tempat yang mulia. ”Janganlah kau mementingkan bepergian kecuali kepada tiga masjid, yaitu Masjid al-Haram (Makkah), Masjidku (Nabawi–Red) ini (Madinah), dan Masjid al-Aqsha (Palestina)”.

Dari masjid inilah, Rasul memulai mengajarkan Islam kepada sahabat-sahabatnya, juga kepada umat Islam lainnya. Mulai dari masalah ibadah, muamalah (perdagangan dan interaksi dengan masyarakat), politik, pemerintahan, pengadilan, pembinaan akhlak, hingga masalah perang. Semua aturan itu lebih banyak disampaikan dari masjid.

Dengan akidah yang kuat, akhlak yang baik, dan sikap yang santun dari umat Islam maka menyebar dan memancarlah sinar dan cahaya Islam ke seluruh penjuru dunia. Tak heran bila Madinah dijuluki dengan Al-Munawarah, yang penuh cahaya atau bersinar.

Madinah sekarang telah menjelma menjadi kota modern, seperti halnya kota-kota besar di Jazirah Arab. Fungsinya sebagai pusat perjuangan dan penyebaran Islam semakin menonjol, karena didukung berbagai fasilitas-fasilitas yang semakin lengkap dan modern.

Dari kota Madinah terbentang luas dan panjang banyak jalan bebas hambatan ke segenap penjuru. Terdapat juga bandara international yang hanya berjarak 12 km dari pusat kota, yang sangat sibuk karena selain digunakan untuk kepentingan umum juga untuk kepentingan para jemaah menuju Madinah. Dan yang sangat berperan dalam syiar Islam adalah keberadaan percetakan Al-Quran yang merupakan percetakan terbesar di dunia.* abu ainun - MasjidRaya.com


KATA KUNCI:

BAGIKAN
BERI KOMENTAR