Minggu, 22 Mei 2022 | MasjidRaya.comTentang Kami | Kontak Kami
Masjid Raya Bandung
Provinsi Jawa Baratmedia silaturahmi umat
Syiar
Mekah (2)

Kota Suci Penuh Berkah

Minggu, 30 Juli 2017
IST.
KOTA suci Mekah mempunyai sejarah panjang sebagai kota tujuan, dambaan umat Islam dari seluruh dunia. Setiap tahun, secara menakjubkan datang jutaaan umat Islam dari seluruh dunia, terutama pada musim haji.*

MRB - Kota di lembah gersang ini seakan menjadi tempat berkumpulnya keajaiban-keajaiban dunia. Kehadiran Masjidilharam yang agung, Ka’bah yang Baitullah, sumber air abadi sumur Zamzam, tempat kelahiran Rasulullah SAW, Hajar Aswad yang menjadi saksi perjalanan isi bumi, Maqam Ibrahim — tatapakan bapak para nabi. Dan, Mekah al-Mukaromah adalah keajaiban itu sendiri.

Kota suci Mekah mempunyai sejarah panjang sebagai kota tujuan, dambaan umat Islam dari seluruh dunia. Setiap tahun, secara menakjubkan datang jutaaan umat Islam dari seluruh dunia, terutama pada musim haji, sehingga dapat dibayangkan betapa ramai dan sesaknya di dalam kota setiap saat, apalagi di tempat-tempat yang berkaitan dengan pusat-pusat ibadah.

Kota Mekah sekarang, sejalan dengan kemajuan dan perkembangan negara Arab, tidak berbeda dengan kota-kota lainnya yang mengalami kemajuan yang pesat di berbagai bidang. Lihatlah, misalnya, kawasan sekitar Masjidilharam.

Sejauh mata memandang yang tampak adalah gedung-gedung pencakar langit, yang terkadang lebih tinggi dari menara Masjidilharam. Sehingga, menara-menara Masjidilharam tampak bagaikan tiang-tiang kecil di anatara bangunan-bangunan lainnya. Namun pada malam hari, menara-menara itu tampak jelas karena disorot lampu kekuatan tinggi, seolah mutiara kemilau yang penuh makna.

Berjalan mengelilingi kota Mekah yang terletak tidak jauh dari bangunan Masjidilharam, sama seperti berjalan di sepanjang jalan utama di kota-kota besar di dunia, yaitu berjalan dan berlindung di bawah tonggak-tonggak beton bangunan bertingkat. Kawasan sekitar Masjidilharam hanya memiliki sebuah taman, yaitu “taman beton” yang terdiri atas bangunan-bangunan bertingkat lebih dari 10 tingkat. Letak dan susunan bangunan-bangunan itu tidak menyisakan lahan untuk ruang terbuka yang hijau.

Pembangunan dan perluasan kota Mekah difokuskan pada dua kegiatan utama, yaitu menata kembali tempat pemukiman penduduk kota berupa bangunan berikut sarana penunjang lainnya, dan meluaskan pembangunan pembangunan tempat ibadah sekitar Masjidilharam. Proyek penataan kembali kota Mekah mulai digarap 19 November 1955 dan disebut Proyek Raja Abdul Aziz.

Jalan-jalan bebas hambatan yang menuju kota Mekah ditingkatkan dan terus ditambah, khususnya dalam bentuk terowongan yang menembus gunung batu. Fasilitas air khususnya air untuk keperluan rumah tangga, ditambah dari proyek al-Shuaiba di pantai Laut Merah, sehingga kota ini tak kekurangan air.

Kota yang selalu disesaki umat ini selalu mampu menyediakan berbagai kebutuhan. Sembako tak pernah kosong, buah-buahan melimpah. Hanya keajaiban, hanya dengan keagungan dan kekuasaan Allah swt, tanah yang kekeringan ini tak pernah kekurangan. Mekah al-Mukaromah, memang kota suci yang penuh berkah.* abu ainun – MasjidRaya.com


KATA KUNCI:

BAGIKAN
BERI KOMENTAR