Senin, 8 Agustus 2022 | MasjidRaya.comTentang Kami | Kontak Kami
Masjid Raya Bandung
Provinsi Jawa Baratmedia silaturahmi umat
Inspirasi
Zaid bin Tsabit

Penghimpun Mushaf Al-Qur'an

Sabtu, 15 Juli 2017

MRB - Saat Anda membaca Al-Qur'an, pernahkah membayangkan kesulitan dan rintangan yang dihadapi oleh orang-orang yang telah ditentukan Allah untuk menghimpun dan memeliharanya?

Di antara orang-orang pilihan yang telah berjasa menghimpun, menyusun, dan memelihara kesucian Al-Qur'an hingga menjadi mushaf (buku), adalah Zaid bin Tsabit. Pria Anshor dari Madinah ini telah menjadi Muslim sejak usia 11 tahun, saat Rasulullah SAW datang berhijrah ke Madinah.

Meski keinginannya menjadi prajurit sangat besar, namun Zaid baru bergabung dengan barisan Rasulullah pada tahun kelima hijrah, yaitu saat perang Khandak. Selain menjadi prajurit pemberani, Zaid mempunyai banyak kelebihan, di antaranya sebagai penghapal Al-Qur'an. Selain Zaid, tidak sedikit ahli baca dan ahli hafal Al-Qur'an yang mencatat dan menuliskannya, seperti Ali bin Abi Thalib, Ubai bin Ka'ab, Abdullah bin Mas'ud, dan Abdullah bin Abbas.

Ketika Rasulullah wafat, kaum Muslimin dihadapkan pada peperangan melawan kaun murtad. Pada peperangan tersebut banyak ahli baca dan hafal Al-Qur'an yang gugur. Kondisi ini membuat Khalifah Abu Bakar Shiddiq r.a. memerintahkan kepada para qari dan huffadh untuk menghimpun Al-Qur;an sebelum mereka gugur dalam peperangan.

Abu Bakar meminta kepada Zaid bin Tsabit untuk melakukan tugas mulia, yaitu menghimpun Al-Qur'an. Dibantu para ahli yang berpengalaman, Zaid bekerja keras menghimpun ayat-ayat dan surat-surat dari para penghafal Al-Qur'an. Kemudian Zaid menyamakan dan membandingkannya, hingga akhirnya tersusunlah Al-Qur'an secara rapi dan teratur.

"Demi Allah, seandainya mereka memintaku untuk memindahkan gunung dari tempatnya, akan lebih mudah kurasa dari perintah mereka menghimpun Al-Qur'an," ujar Zaid mengungkapkan kesulitan yang dia hadapi dalam melaksanakan tugas mulia tersebut.

Memang, tugas yang diemban Zaid sangat berat, karena dirinya tidak boleh salah menuliskan ayat Al-Qur'an seperti yang pernah dituntunkan oleh Rasulullah.

Tugas Zaid tak berhenti sampai di situ, karena Al-Qur'an yang dihimpunnya masih tertulis dalam banyak mashaf, sehingga ketika Utsman bin Affan r.a. menjadi khalifah, Zaid diminta untuk menyusun Al-Qur'an dalam satu mashab saja.

Zaid mengumpulkan sahabat-sahabat serta penulis wahyu dan penghafal Al-Qur'an. Mereka mengambil beberapa mashaf dari rumah Hafshah, putri Umar r.a. yang selama ini dipelihara dengan baik. Akhirnya mereka berhasil menyusun Al-Qur'an yang sampai sekarang digunakan oleh umat Islam di dunia.

Tidak salah memang kalau Khalifah Abu Bakar dan Khalifah Utsman memilih Zaid untuk memimpin penyusunan Al-Qur'an, karena Zaid orang yang tepat. "Tokoh-tokoh terkemuka dari sahabat-sahabat Rasulullah tahu betul bahwa Zaid bin Tsabit adalah orang yang dalam ilmunya." Begitu pujian yang kerap dilontarkan kepada Zaid bin Tsabit.* abu ainun/"Karakteristik Perihidup 60 Sahabat Rasulullah" - MasjidRaya.com


KATA KUNCI:

BAGIKAN
BERI KOMENTAR