Minggu, 22 Mei 2022 | MasjidRaya.comTentang Kami | Kontak Kami
Masjid Raya Bandung
Provinsi Jawa Baratmedia silaturahmi umat
Syiar
Kompleks Malik Fahd

Percetakan Mushaf Al-Quran Terbesar di Dunia

Selasa, 4 Juli 2017
IST.
PERCETAKAN Mushaf Al-Quran “Kompleks Malik Fahd” di Madinah telah menghasilkan tidak kurang dari 400 juta eksemplar.*

MRB - Sejak didirikan pada tahun 1405 H atau 1984 M, Percetakan Mushaf Al-Quran “Kompleks Malik Fahd” di Madinah telah menghasilkan tidak kurang dari 400 juta eksemplar. Tiap tahun, 10 juta eksemplar Al-Quran disebarluaskan ke seluruh dunia. Jutaan Al-Quran itu dibagikan oleh Kerajaan Arab Saudi. Barangkali hal itu pula yang mendorong para jemaah haji melirik Percetakan Mushaf Al-Quran itu sebagai salah satu dari lokasi tujuan ziarah di Madinah.

Percetakan Mushaf Al-Quran “Kompleks Malik Fahd” berjarak tempuh sekitar 10 kilometer dari kota Madinah ke arah kota Tabuk. Percetakan yang bersebelahan dengan pusat latihan tempur tentara Arab Saudi itu diresmikan Raja Malik Fahd, karena itu dinamakan “Kompleks Malik Fahd”.

Percetakan Al-Quran itu luasnya mencapai 250.000 m2 dengan puluhan gedung berderet-deret. Gedung-gedung itu antara lain lokasi percetakan, asrama pengurus, tempat perbaikan alat percetakan, poliklinik, kafetaria, gudang penyimpanan hasil produksi, dan gudang pemusnahan sisa-sisa produksi Alquran yang cacat.

Ada juga gedung pusat pelatihan petugas, pusat pengembangan Dirosah/Pembelajaran Al-Quran, asrama petugas, asrama penginapan tamu, tempat pejabat VIP, tempat pembuatan CD Al-Quran, tempat video sejarah Al-Quran untuk tamu, dan sebagainya.

Di lantai 2 gedung itu ada gedung pengawasan kualitas hasil cetak Al-Quran dan tempat koleksi Al-Quran dari berbagai bahasa yang pernah dicetak percetakan itu. Kalau di lantai 1 merupakan lokasi percetakan dengan 1.700 petugas, maka di lantai 2 merupakan lokasi pengawasan Al-Quran dengan 450 pengawas. Fakta itu menjadikan percetakan mushaf Al-Quran ini merupakan yang terbesar di dunia dengan kapasitas cetak 30 juta eksemplar per tahun.

Untuk kepentingan syiar Islam, Percetakaan Mushaf Alquran “Kompleks Malik Fahd” mencetak Al-Quran beserta terjemahannya ke dalam 53 bahasa, di antaranya bahasa Indonesia, Arab, Inggris, Spanyol, Urdu, dll. Al-Quran yang model ini dibagikan secara gratis baik melalui pengiriman langsung ke negara-negara yang bersangkutan maupun dibagikan di Arab Saudi pada saat umat Islam berkumpul untuk menunaikan ibadah haji.

Direktur Publikasi ‘Kompleks Malik Fahd’ Syeikh Sholeh Husaini menyebut proses pencetakan Al-Quran melalui lima tahap. Tahap pertama, sebelum dicetak pada media kertas cetak yang sebenarnya, para kaligrafer menorehkan tulisan-tulisan huruf Al-Quran tanpa titik dan baris di atas plat cetakan yang transparan. Tahap kedua, hasil tulisan para kaligrafer itu langsung dikirimkan tim pengawas kepada ulama-ulama besar di berbagai negara di dunia untuk dilakukan pemeriksaan secara mendetail dan akurat.

Tahap ketiga adalah memberikan titik dan baris untuk huruf-huruf tertentu pada halaman yang ada, kemudian dikirimkan lagi kepada tim pengawas senior untuk diteliti kebenarannya. Tahap keempat adalah memberikan tanda-tanda waqof dan tahap kelima adalah memberikan nomor-nomor ayat, halaman, dan pinggiran kaligrafis, kemudian hasilnya baru dicetak.

Hasilnya pun, masih ada tahap sortir yang juga sangat teliti. Yang salah atau cacat, apakah kesalahan titik dan baris, adanya lipatan kertas yang cacat, adanya jahitan yang melenceng, maka semuanya akan disortir untuk dimusnahkan di gedung pemusnahan.* abu ainun - masjidraya.com


KATA KUNCI:

BAGIKAN
BERI KOMENTAR