Minggu, 22 Mei 2022 | MasjidRaya.comTentang Kami | Kontak Kami
Masjid Raya Bandung
Provinsi Jawa Baratmedia silaturahmi umat
Syiar
Pesantren Annaba Center

Madrasah Mualaf, Wadah Menguatkan Akidah

Minggu, 2 Juli 2017
NET
PESANTREN Annaba Center dibangun tahun 2008 di Kelurahan Sawah Baru, Kecamatan Ciputat, Kota Tangerang Selatan, Provinsi Banten.*

MRB – Tidak semua mualaf melewati “jalan mulus” setelah mereka memutuskan memeluk agama Islam. Tak sedikit mualaf yang setelah keislamannya justru harus melewati “jalan terjal” jauh dari hidup layak, terusir dari keluarga, kehilangan pekerjaan, kehilangan tempat tinggal, dan kehilangan seluruh kesejahteraan yang dulu pernah dirasakannya sebelum menjadi muslim.

Sejatinya, setelah menyatakan keislamannya, seorang mualaf harus mendapatkan pendampingan untuk memulai menata hidup barunya sebagai muslim sejati. Dari segi akidah, mereka membutuhkan pendamping untuk menguatkan akidah Islam mereka. Sementara dari segi kehidupan sehari-hari, mereka membutuhkan pendampingan supaya tidak merasa menjadi orang terbuang.

Berkaca dari kondisi tersebut, ide mendirikan pondok pesantren khusus mualaf muncul dari seorang mualaf yang kini aktif menjadi pendakwah, Ustaz Syamsul Arifin Nababan. “Saya berharap, tak ada lagi rasa khawatir bagi mualaf menjalankan keislamannya, tak ada lagi rasa terbuang dan tentunya tak lagi kembali ke agama lamanya kerena mendapati Islam merupakan agama yang membawa kedamaian bagi pemeluknya,” ungkap pria asal Tapanuli Utara ini ketika diwawancarai alah satu media nasional.

Mewujudkan idenya, Ustaz Syamsul akhirnya mendirikan Pesantren Pembinaan Mualaf di kawasan Bintaro, Kelurahan Sawah Barum, Kecamatan Ciputat, Kota Tangerang Selatan. Pesantren yang dibangun tahun 2008 ini khusus bergerak di bidang pembinaan, penyantunan, dan perhatian serta pelayanan pendidikan bagi para mualaf.

“Kami merasa perlu untuk membantu mualaf supaya merasakan penghidupan yang lebih baik. Merasa memiliki saudara yang bisa sama-sama membantu menguatkan akidah Islam mereka. Kami ingin membangun pesantren yang bisa menjadi rumah bagi para mualaf untuk singgah dan menguatkan akidahnya sehingga mereka bisa merasakan bahwa Islam adalah agama pembawa kedamaian bukan pembuat kesusahan,” ujarnya.

Keberadaan peantren ini sangat membantu upaya Ustaz Syamsul untuk lebih fokus mendampingi mualaf. Sebelum ada pesantren, Ustaz Syamsul bersama Yayasan Annaba Center sejak tahun 2006 sudah melakukan pendampingan untuk para mualaf. Saat itu pendampingan dilakukan secara berpindah-pindah, dari masjid ke masjid.

Pesantren Pembinaan Mualaf dibangun tahun 2008 di Kelurahan Sawah Baru, Kecamatan Ciputat, Kota Tangerang Selatan, Provinsi Banten. Menempati lahan seluas 1.200 m2, bangunan pesantren memiliki dua lantai yang digunakan sebagai asrama, ruang belajar, dan laboratorium.

Awalnya pesantren yang di tiap dindingnya dihiasai kaligrafi ini, hanya membolehkan santri pria saja untuk mondok. Namun karena banyak santri wanita yang ingin mondok, akhirnya tahun 2014 dibangun asrama untuk santri wanita.

Santri di pesantren ini berasal dari berbagai daerah di Indonesia, seperti Timor Leste, Sumatra Utara, Pulau Nias, keturunan Cina, Bangka, dan Manado. Sedangkan guru-guru yang mengajar, selain berasal dari Indonesia, ada juga yang berasal dari Libya, Mesir, dan Arab.

Di pesantren itu, santri memperoleh pembinaan, pendidikan, pengembangan, dan vokasional. Pembinaan yang diberikan pihak pesantren yaitu dengan memberikan dasar akidah Islam melalui kajian rutin, dasar ilmu perbandingan agama, pelatihan khutbah yang efektif. Tak hanya itu, santri juga mendapat pendidikan baik formal maupun pesantren dengan pola terpadu atau Islamic Boarding School System. Sedangkan untuk pengembangan kemampuan, para santri belajar menghafal Al-Qur'an dan tafsirnya serta sunah dan sarahnya. Mereka juga dituntut untuk bisa berbahasa Inggris dan Arab.

“Seperti pesantren umumnya, selama tiga tahun mereka digembleng belajar tentang Islam. Semua ini dilakukan gratis, tanpa pungutan biaya dari mualaf,” kata Ustaz Syamsul.* ati/berbagai sumber - masjidraya.com


KATA KUNCI:

BAGIKAN
BERI KOMENTAR