Minggu, 22 Mei 2022 | MasjidRaya.comTentang Kami | Kontak Kami
Masjid Raya Bandung
Provinsi Jawa Baratmedia silaturahmi umat
Syiar
Pantai Santen

Bekas Lokalisasi Ini Kini Jadi Destinasi Wisata Halal

Minggu, 2 Juli 2017
IST.
PEMKAB Banyuwangi menjadikan kawasan Pantai Pulau Santen sebagai destinasi wisata berbasis syariah atau halal.*

MRB - Wisata halal sedang menjadi tren di sejumlah negara, termasuk di Indonesia. Seiiring dengan upaya menjadikan halal sebagai lifestyle atau gaya hidup, pariwisata menjadi salah satu sektor yang ikut dilirik untuk dikembangkan.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi, Jawa Timur merupakan salah satu pemerintah daerah yang menangkap dengan cepat kebutuhan umat muslim terkait dengan wisata halal. Sebagai gebrakan, Pemkab Banyuwangi menjadikan kawasan Pulau Santen sebagai destinasi wisata berbasis syariah atau halal.

Sebagai langkah awal, Pemkab Banyuwangi mengenalkan Pantai Pulau Santen sebagai halal tourism pada awal Maret 2017. Selanjutnya, secara bertahap Pemkab Banyuwangi akan menata kawasan Pulau Santen sehingga bisa menjadi wisata halal sesuai rencana.

Usai dikenalkan sebagai halal tourism, kawasan Pantai Pulau Santen mulai ditata. Bangunan-bangunan liar yang dulu banyak berdiri di pulau ini dipindahkan. Jembatan menuju pulau ini dicat warna merah muda. Di sekitar pantai dibangun mushala yang terbuat dari bambu serta ditanami tanaman-tanaman untuk memperindah pemandangan. Payung-payung berwarna-warni pun dipasang di sepanjang pantai sebagai tempat berteduh dan sekaligus sebagai elemen yang mempercantik kawasan sekitarnya. Berbagai elemen, mulai dari masyarakat, tokoh agama hingga Pemkab Banyuwangi ikut dilibatkan dalam penataan Pulau Santen secara berkelanjutan.

Bupati Banyuwangi, Azwar Anas saat mengenalkan Pantai Pulau Santen sebagai destinasi wisata halal mengatakan, yang dimaksud wisata syariah atau wisata halal bukan berarti membatasi destinasi wisata hanya untuk kaum muslim. “Konsep wisata halal yang dikembangkan di Pulau Santen adalah pengembangan destinasi wisata yang diantaranya ditandai dengan jaminan fasilitas halal. Seperti, makanan halal, tidak menjajakan alkohol, pemberitahuan waktu jelang beribadah (azan), tempat bersuci lengkap dengan fasilitas tempat ibadah, serta fasilitas berkonsep pemisahan antara laki-laki dan perempuan,” ungkap Azwar Anas.

Nantinya seluruh pramuwisata di Pantai Pulau Santen akan mengenakan kerudung dan mengedepankan konsep Islami. Kalau ada wisawatan datang, mereka akan memberikan salam, sapa dengan ramah, sopan, dan santun.

Tak hanya itu, di kawasan yang dulunya bekas lokalisasi ini, kebersihan sangat dijaga, termasuk kelestarian dan keindahannya. Hal ini sesuai dengan konsep syariah "kebersihan adalah sebagian dari iman". Wisatawan yang datang diwajibkan membawa kantong plastik sebagai tempat sampah makanan yang dibawa. Sebelum meninggalkan tempat, para wisatawan diminta membuang sampah ke tempat yang disediakan.

Bupati Azwar Anas mengatakan, meskipun berbasis syariah namun Pantai Santen bukanlah destinasi wisata yang dikhususkan untuk muslim. “Semua orang boleh datang dan menikmati pantai ini, hanya konsep dan koridornya yang halal tourism,” katanya.

Tren halal tourism, lanjut Bupati Azwar Anas, terus tumbuh dan harus direspons untuk pengembangan pariwisata daerah. Di sisi lain, wisata jenis ini diyakini akan memberi warna baru bagi Kabupaten Banyuwangi yang dikenal dengan sebutan The Sun Rise of Java.

“Diprediksi oleh World Halal Tourisn Summit pada 2019 mendatan perputaran uang di industri halal tourism mencapai USD 238 miliar. Banyak negara berlomba menggarap halal tourism. Bahkan negara dengan penduduk Muslim minoritas, seperti Thailand, Singapura, dan Jepang, punya jumlah hotel dan restoran bersertifikasi halal yang lebih banyak dibanding Indonesia,” katanya.* ati - masjidraya.com


KATA KUNCI:

BAGIKAN
BERI KOMENTAR